Rabu, 15 Oktober 2014

Biaya Standar

Standar Costing (Biaya standar) dapat diartikan sebagai pembiayaan yang ditentukan di muka atau dianggarkan untuk memproduksi suatu produk dan kegiatan. Biaya standar secara umum sering digunakan oleh kalangan pengusaha. Hal ini dikarenakan cukup signifikan nya manfaat dari penggunaan biaya standar. Manfaat dari biaya standar dapat dijelaskan sebagai berikut:
Biaya standar mampu untuk mengendalikan biaya yang akan dikeluarkan agar terhindar dari pemborosan yang tidak perlu.
Biaya standar dapat digunakan sebagai pedoman bagi pihak manajemen dalam memproduksi atau menyediakan jasa.
Biaya standar mampu menunjukan penilaian kinerja dari manajamen untuk melakukan anggaran kegiatan sampai dengan aktualnya.

Langsung ke contoh:
PT AAA memproduksi baju dengan data sebagai berikut:
Pada kapasitas normal, perusahaan memproduksi 4.500 helai baju yang dikerjakan dalam 100.000 jam mesin serta anggaran biaya overhead sebesar Rp 100.000.000,00 (60% BOP Variabel).
Perusahaan menentukan Harga Pokok Standar untuk menghasilkan satu helai baju dengan menggunakan bahan baku 4 meter kain (@ Rp 15.000,00), tenaga kerja langsung selama 10 jam kerja langsung (@ Rp 4.000,00) dan biaya overhead selama 9 jam mesin.
Produksi aktual perusahaan menunjukan bahwa telah menghasilkan 4.700 helai baju dengan menggunakan bahan baku 20.000 meter kain (@ Rp 20.000,00), tenaga kerja langsung selama 40.000 jam kerja langsung (@ Rp 1.800,00), dan biaya overhead selama 36.000 jam mesin (@ Rp 1.000).

Langkah pertama : Menghitung Tarif BOP
Rumus tarif BOP :
Tarif BOP =
BOP yang dianggarkan
Kapasitas Normal Mesin
  

Tarif BOP =
Rp 100.000.000,00
100.000 Jam Mesin

Tarif BOP =
Rp 1.000,00 / Jam Mesin

1. Tarif BOP Variabel
Tarif BOP Variabel =
Rp 1.000,00 / Jam Mesin x 60%

Tarif BOP Variabel =
Rp 600,00 / Jam Mesin

2. Tarif BOP Tetap
Tarif BOP Tetap     =
Rp 1.000,00 / Jam Mesin x Rp 600,00 / Jam Mesin

Tarif BOP Tetap     =
Rp 400,00 / Jam Mesin


Langkah kedua : Menghitung HPP Standar Per Unit
Keterangan :


Biaya Bahan Baku
  4 Meter                      x Rp 15.000,00 =
Rp   60.000,00
BTKL
10 Jam Kerja Langsung x Rp   4.000,00 =
Rp   40.000,00
BOP :


a. BOP Variabel
  9 Jam Mesin               x Rp     600,00 =
Rp     5.400,00
b. BOP Tetap
  9 Jam Mesin               x Rp     400,00 =
Rp     3.600,00



                                                                          HPP Standar Per Unit =
Rp 109.000,00

Langkah ketiga : Analisis Selisih Anggaran Dan Aktual
1. HPP yang dianggarkan untuk 4.700 helai baju
Keterangan :


Biaya Bahan Baku
4.700 Helai Baju x Rp 60.000,00 =
Rp 282.000.000,00
BTKL
4.700 Helai Baju x Rp 40.000,00 =
Rp 188.000.000,00
BOP :


a. BOP Variabel
4.700 Helai Baju x Rp   5.400,00 =
Rp   25.380.000,00
b. BOP Tetap
4.700 Helai Baju x Rp   3.600,00 =
Rp   16.920.000,00



                                                HPP Standar (Dianggarkan) =
Rp 512.300.000,00

2. HPP yang secara nyata terjadi (aktual)
Keterangan :


Biaya Bahan Baku
20.000 Meter                       x Rp 20.000,00 =
Rp 400.000.000,00
BTKL
40.000 Jam Kerja Langsungx Rp   1.800,00 =
Rp   72.000.000,00
BOP
36.000 Jam Mesin                x Rp   1.000,00 =
Rp   36.000.000,00



                                                                                        HPP Aktual =
Rp 508.000.000,00


Pada tabel di atas dapat kita lihat bahwa untuk menghasilkan 4.700 helai baju, perusahaan telah menganggarkan biaya sebesar Rp 512.300.000,00 dan secara aktual telah mengeluarkan biaya sebanyak Rp 508.000.000,00. Maka secara anggaran, perusahaan memiliki surplus sebesar Rp 4.300.000,00.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar